Simposuk: Solusi Mudah Pengolahan Sampah Organik FKM UAD di Karangbendo Bantul
- 10 September 2024
- 11:36 WITA
- Pertanian Organik

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan pembelajaran lapangan mencoba berkontribusi dengan pemberian intervensi pada prioritas masalah terkait sampah organik di tingkat rumah tangga yang ditemukan dari hasil community diagnosis di Pedukuhan Karangbendo, Banguntapan, Bantul, khususnya di RT 15, 16 dan 17.
Tim Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) kelompok 17 yang merupakan mahasiswa FKM memberikan edukasi dan penyuluhan tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk berkualitas dan melakukan kegiatan demonstrasi pembuatan pupuk kompos.
Ketua kegiatan, Rizky Amalia, mengungkapkan kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi warga untuk membuat pupuk kompos organik. “Dan sebagai upaya untuk mengurangi dan memanfaatkan sampah organik sisa dapur yang dihasilkan setiap hari,” katanya. Intervensi yang mereka lakukan berupa penyuluhan yang tidak hanya berisi penyampaian materi tetapi dibarengi dengan praktik pembuatan kompos organik agar tidak monoton selama kegiatan berlangsung. Mereka menyebutnya dengan simposuk, yang merupakan alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan warga yang memiliki halaman relatif sempit dan dapat diterapkan dalam pot tanaman.
Adapun alat dan bahan yang perlu dipersiapkan untuk pembuatan pupuk kompos yaitu toples plastik atau bisa menggunakan pipa paralon, paku untuk melubangi media, sekop, sampah organik berupa sisa makanan, sayuran, tanaman kering dan kulit buah, serta cairan EM4 yang dicampur larutan gula pasir dan air dengan perbandingan 1:1:50.
EM4 singkatan dari Efektif Microorganisme, merupakan suatu cairan yang berwarna kecokelatan beraroma segar mengandung bakteri fermentasi mulai dari genus lactobacillus, jamur fermentasi, actinomycetes, bakteri fotosintesis, bakteri pelarut fosfat, dan ragi. Pemanfaatannya sering diaplikasikan dalam pembuatan kompos atau pupuk bokashi.
Dikatakan Mariska Urhmila, S.E., M.Kes. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL), “Adanya edukasi dan praktik pembuatan kompos ini penting dilakukan untuk menambah wawasan dan mengubah perilaku warga agar lebih tepat dalam mengelola sampah organik rumah tangga.”
Link: https://news.uad.ac.id/simposuk-solusi-mudah-pengolahan-sampah-organik-fkm-uad-di-karangbendo-bantul/
Komentar