Ikan Nila Usaha Yang Menjanjikan Dengan EM4

Siapa yang tak kenal ikan nila, bagi penggemar ikan air tawar pasti sudah tidak asing lagi dengan ikan lezat yang satu ini. Ikan nila merupakan komoditi yang menjanjikan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Dengan dagingnya yang lembut dan tebal, bisa difillet, tidak banyak duri, bisa dijual dalam keadaan hidup atau mati, mudah diolah, menjadikan ikan nila banyak disukai pecinta masakan khas Indonesia. Karena itu banyak dibudidaya dengan tujuan mencari keuntungan.

Komoditi ikan air tawar ini, berada pada nomor dua terbesar setelah lele, diikuti oleh ikan mas, patin, gurame, bawal dan lain-lainnya. Ikan ini juga menjadi salah satu ikan yang menjadi komoditas ekspor, dengan permintaan setiap tahunnya yang cenderung  meningkat. Beberapa perusahaan sudah secara berkala melakukan ekspor ikan nila ke Amerika dan Eropa.

Selain itu, tak hanya dikomsumsi masyarakat perumahan tetapi merambah rumah-rumah makan, supermarket, restoran dan juga hotel. sehingga  usaha membudidayakan ikan nila semakin menjanjikan. Sulhan (40) Seorang budidaya ikan nila di  jalan Raya Praya Mantang Praya Lombok Tengah. Setiap hari mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan air tawar mencapai 5 ton perhari. Belum lagi permintaan beberapa hotel yang ada di Bali.’’ Melalui usaha bersama sekitar 30 kelompok peternak ikan nila, kami memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengadaan ikan nila yang ada di Lombok ini, ‘’katanya.

Dalam membudidaya ikan nila, tentu harus memperhatikan caranya secara benar, agar usaha tersebut menghasilkan keuntungan. Karena itu, hendaknya harus  mengenal potensi serta tata cara untuk membudidayakan ikan nila yang dapat dilakukan secara sederhana namun memiliki kualitas yang bersaing.

Keunggulan lainnya yang dimiliki ikan nila yang menjadikannya mudah untuk dibudidayakan yakni ikan nila bisa hidup di segala macam perairan dan berbagai kondisi. Dengan teknologi yang baik dan ramah lingkungan (probiotik) ikan nila cepat berkembang. Terutama dengan teknologi EM4.

Hal inilah yang membuat nila hampir bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat dan semua etnis, sehingga tidak sulit menemukan ikan nila disemua pasar-pasar di Indonesia. Kisaran harga untuk ikan nila tentu berbeda-beda disetiap sentra budidaya, tergantung pada jumlah permintaan dan penyediaan layaknya produk pertanian.

Namun harga ikan di Jawa lebih rendah dibanding di luar Jawa. Pada kondisi normal harga di tingkat pembudidaya, dirata-rata dari berbagai daerah sekitar Rp 19 ribu per kilogram. Saat ini sudah dikembangkan nila salin yang bisa dibudidayakan di air asin (laut) dan menurut beberapa sumber, Indonesia termasuk negara produsen ikan nila terbesar no 2 setelah Tiongkok.Oleh karena itulahbudidaya ikan nila saat ini banyak dilirik oleh masyarakat dan peluang bisnisnya masih sangat terbuka lebar.

Tak hanya itu,usaha budidaya ikan nila tak perlu khawatir tentang kelanjutan usaha ini kedepannya. Ini karena di dalam negeri sendiri kebutuhan protein hewani semakin tinggi, mengingat angka pertumbuhan yang semakin meningkat. Kebutuhan protein hewani bisa didapatkan dari ikan terutama ikan nila. Perlu diketahui juga bahwa usaha budidaya ikan nila dibagi menjadi beberapa pilihan.  

Di antaranya adalah usaha pembenihan ikan nila. Mengingat konsumsi ikan nila semakin meningkat menjadikan kebutuhan akan bibit ikan nila juga semakin tinggi. Dengan begitu, ada suatu celah yang bisa dimanfaatkan untuk masuk ke usaha pembenihan. Ikan nila sejatinya mudah berkembang biak. cukup menyediakan lahan serta beberapa peralatan yang diperlukan untuk usaha pembenihan. Jangan lupa untuk mendapatkan indukan yang baik agar pembenihannya pun berjalan dengan lancar.

Kemuadian usaha pembesaran ikan nila,pilihan ini sejatinya bisa memperoleh keuntungan yang lebih ketimbang pembenihan. Sebab, risiko kematian ikan relatif kecil ketimbang pembenihan. Selain itu, harga jual ikan nila siap panen juga lebih mahal daripada benihnya. Namun, bila mau memulai usaha pembesaran harus bisa bersabar dan siap mengeluarkan modal yang lebih banyak. Ini karena waktu panennya berkisar antara 4 bulan sejak benihnya ditebar. Jadi, dalam waktu tersebut  harus siap memberinya pakan secara rutin agar pertumbuhannya bisa optimal.***

Komentar